Pasuruan, JATIM | SidikFakta.com – Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud). Menggelar Sarasehan Budaya dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) tahun 2025 dengan tajuk “Pakaian Khas Daerah Kota Pasuruan” di gedung kesenian Darmoyudo. Selasa (23/12/2025) sore. Kegiatan yang bertujuan memberikan ruang interaksi bagi komunitas seni dan budaya serta para pegiatnya.
Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) merupakan perwujudan UU nomer 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan. Bertujuan untuk menggambarkan perkembangan kultural. Terutma keragaman seni budaya tradisi sekaligus untuk memperlihatkan capaian kreativitas dalam mengembangkan budaya lokal. Seperti dalam seni pertunjukan, seni rupa juga literasi.
Pemkot Pasuruan Gelar Sarasehan Budaya Bertajuk “Pakaian Khas Daerah Kota Pasuruan”.
Walikota Pasuruan, Adi Wibowo menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya untuk memperkuat akar budaya masyarakat. Sarasehan bertajuk “Pakaian khas daerah Kota Pasuruan” bagian dari rangkaian PKD. Dalam hal ini, Pekan Kebudayaan Daerah ini adalah agenda rutin yang di selenggarakan setiap tahun.
“Tujuannya tidak lain adalah sebagai identitas khas daerah kota Pasuruan, ” tuturnya
Sarasehan ini tidak hanya berfungsi sebagai menentukan bentuk dan jenis pakaian. Tetapi juga sebagai media edukasi yang efektif bagi generasi muda. Adi berharap dengan adanya pakaian khas daerah kota Pasuruan. Pihaknya dapat terus melestarikan dan memperkenalkan budaya yang ada kepada masyarakat luas.
“Mendorong interaksi budaya guna memperkuat kebudayaan yang inklusif di kita Pasuruan, sekaligus mengajarkan kepada anak-anak kita tentang nilai-nilai luhur dan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur. Dan menguatkan budaya lokal di tengah tantangan kemajuan zaman yang tak terhindarkan, sebagai identitas khas daerah ” imbuhnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Pasuruan, Lucky Danardono mengatakan bahwa peserta sarasehan ini dari berbagai unsur elemen. Seperti dari budayawan, seniman, sejarawan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat kota Pasuruan.
“Bahwasannya acara ini salah satu agenda strategis pemajuan kebudayaan, yaitu memberi ruang dialog bagi keberagaman ekspresi,” ungkapnya
Lucky enegaskan pelaksanaan sarasehan bertajuk “Pakaian Khas Daerah Kota Pasuruan”, bertujuan sebagai identitas otentik kota Pasuruan.
“Sebuah tema yang tidak hanya membahas busana sebagai penutup tubuh. Namun juga sebagai identitas, sejarah dan jati diri budaya kota Pasuruan,” ujarnya
Lebih lanjut, Lucky mengatakan bahwa pakaian khas daerah merupakan cerminan nilai-nilai luhur. Kearifan lokal serta perjalanan sejarah suatu daerah. Perlu kita ketahui kota Pasuruan sebagai kota pesisir yang kaya akan pertemuan budaya Jawa, Madura, Arab dan Tionghoa.
“Kota Pasuruan memiliki kekhasan yang sangat unik. Kekayaan tersebut seyogyanya tidak hanya dikenang, tetapi juga digali, dikaji dan diwariskan kepada generasi mendatang, ” imbuhnya
Baca Juga Berita Lainnya : Pelatikan Pepadi Kota Pasuruan Periode 2025-2030, Dimeriahkan Pertunjukan Wayang Kulit dengan 2 Dalang
Ia berharap melalui sarasehan ini, dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai filosofi, nsur estetika serta makna simbolik dari pakaian khas daerah kota Pasuruan.
“Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang dialog untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam pelestarian dan pengembangan pakaian khas daerah yang mana sebelumnya sudah dirancang oleh tim prematur pakaian khas daerah kota Pasuruan, agar tetap relevan di tengah derasnya arus modernisasi.” tutup Lucky
// M. Ichwan //
Kabiro Pasuruan Raya













