Pasuruan, JATIM | SidikFakta.com – Pembangunan Masjid Al-Iman Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan akhirnya resmi di mulai. Prosesi peletakan batu pertama yang terlaksanakan pada Selasa 23 Desember 2025. Menjadi sinyal positif bagi ketersediaan sarana ibadah yang representatif di lingkungan kampus. (26/12/25).
Pembangunan Masjid Al-Iman Disorot Presma dan Pengurus ORMAWA UNU Pasuruan, Antara Apresiasi dan Kritik.
Presiden Mahasiswa (Presma) UNU Pasuruan, M. Ubaidillah Abdi yang jugak menjabat sebagai Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya merespons momentum tersebut. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak kampus atas di mulainya pembangunan fasilitas yang sudah sangat lama di nanti-nantikan oleh seluruh mahasiswa.
“Kami mengapresiasi itikad baik birokrasi kampus. Ini adalah kabar gembira yang benar-benar ditunggu oleh mahasiswa UNU Pasuruan. Kehadiran masjid yang layak adalah kebutuhan mutlak bagi kami,” ungkap Ubai saat ditemui awak media, Jum’at (26/12/2025)
Namun, di balik apresiasi tersebut, Presma memberikan catatan kritis terkait lini masa (timeline) pembangunan. Ia menyayangkan mengapa realisasi masjid baru terlaksana hari ini. Menurutnya, sebagai kampus yang membawa nama besar Nahdlatul Ulama. Tempat ibadah seharusnya menjadi prioritas utama di bandingkan fasilitas fisik lainnya yang justru telah di kerjakan lebih dulu.
“Ada sedikit penyesalan, mengapa baru sekarang? Padahal sebelumnya kampus gencar melakukan pembangunan fasilitas lain yang urgensinya tidak setinggi masjid. Seharusnya, fasilitas yang bersifat sekunder bisa ditunda demi mendahulukan pembangunan masjid,” tegasnya.
Pandangan senada tersampaikan oleh Ulul Abror C.Z., Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah. Ia menekankan bahwa bagi mahasiswa NU. Masjid memiliki fungsi vital sebagai pusat peradaban dan spiritualitas, bukan sekadar bangunan pelengkap.
Ulul, menilai sungguh ironis jika rumah ibadah pembangunannya justru tertinggal di bandingkan fasilitas lain yang di rasa tidak terlalu mendesak.
“Kita ini civitas akademika NU, karakter kita dibentuk dari nilai-nilai keagamaan. Mahasiswa NU harusnya lebih mengedepankan masjid sebagai sentral kegiatan,” ujarnya.
Baca Juga Berita Lainnya : Pemkot Pasuruan Gelar Sarasehan Budaya Bertajuk “Pakaian Khas Daerah Kota Pasuruan”.
Ia pun menegaskan poin penting mengenai posisi masjid dalam infrastruktur kampus NU.
“Masjid bukan hanya pelengkap dari fasilitas saja, melainkan prioritas yang menjadi tempat ibadah para mahasiswa,” imbuh Ulul dengan tegas.
Menutup pernyataannya, para aktivis mahasiswa ini berharap pembangunan Masjid Al-Iman dapat di kebut pengerjaannya tanpa mengurangi kualitas. Hal ini agar masjid segera dapat di fungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kajian bagi seluruh civitas akademika UNU Pasuruan.
// M. Ichwan //
Kabiro Pasuruan Raya












