Pasuruan, JATIM | SidikFakta.com – Aliansi BEM Pasuruan Raya (BEMPAS) untuk membongkar dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan kampus adanya dugaan mendapat perlawanan. Muncul laporan bahwa telah terjadi intimidasi dari pihak kampus terhadap mahasiswa yang ikut andil menyebarkan selebaran (flayer) “Hotline Pengaduan Pungli” yang aliansi luncurkan. (06/11/25)
Sebar “Selebaran Hotline Pungli”, BEMPAS Raya Angkat Bicara : Suara Mahasiswa Diduga Diintimidasi Kampus.
Menanggapi hal ini, salah satu pengurus BEMPAS Raya, Qais Zauqi, angkat suara. Ia mengecam keras segala bentuk intimidasi dan upaya pembungkaman terhadap mahasiswa.
“Kami menerima laporan adanya dugaan intimidasi yang diterima kawan-kawan mahasiswa di salah satu kampus, hanya karena mereka berpartisipasi menyebarkan informasi hotline pengaduan,” ujar Qais, Rabu (5/11/2025).
Menurut Qais, tindakan tersebut sangat ironis dan mencederai marwah pendidikan. Kampus, yang seharusnya menjadi ruang aman untuk berpikir kritis dan menyuarakan kebenaran, justru bertindak represif.
“Ini adalah bentuk kemunduran demokrasi di lingkungan akademik. Upaya membungkam kritik dengan cara-cara intimidatif tidak bisa dibenarkan. Ini justru semakin memperkuat dugaan kami bahwa ada sesuatu yang ditutup-tutupi,” tegas Qais.
Hotline pengaduan tersebut BEMPAS Raya lunucurkan sebagai tindak lanjut atas mandeknya laporan yang sebelumnya telah tersampaikan dalam audiensi dengan DPRD hingga DPR RI. Selebaran hotline itu mereka sebar untuk menjaring lebih banyak laporan langsung dari mahasiswa yang menjadi korban.
Kemudian, Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, menambahkan bahwa aliansi akan pasang badan dan tidak akan mundur. Ia menyerukan kepada seluruh mahasiswa di Pasuruan Raya untuk tidak takut terhadap tekanan.
“Kami sampaikan kepada seluruh kawan-kawan mahasiswa, *kita BEM Pasuruan Raya bersatu jangan gentar, semakin mereka menekan, semakin kita melawan!” seru Ubaidillah.
Baca Juga Berita Lainnya : Aliansi FRPB Demo ke Balai Kota dan Kejaksaan Negeri, Tuntut Kejelasan Proyek JLU Senilai 1 Triliun.
Selain itu, Ubaidillah menegaskan bahwa perjuangan melawan pungli adalah perjuangan kolektif untuk membersihkan institusi pendidikan. Menurutnya, intimidasi ini adalah bukti bahwa gerakan mahasiswa sudah mulai diperhitungkan.
“Jika ada satu mahasiswa yang diintimidasi karena menyuarakan kebenaran, maka mereka berhadapan dengan seluruh Aliansi BEM Pasuruan Raya. Kami akan kawal setiap laporan, baik laporan pungli maupun laporan intimidasi ini,” pungkasnya.
// M. Ichwan //
Kabiro Pasuruan Raya












