Menu

Mode Gelap
Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua GERTAP Soroti Polemik Perombakan AKD Kabupaten Pasuruan Ketua LSM PERWIRA Segera Melaporkan Kepala Dinas PUCK-TRP Musi Rawas Ke APH Atas Dugaan Korupsi Gerakan MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang Bersinergi Menjadi Garda Terdepan Kota Semarang

Sidik News · 6 Nov 2025 12:51 WIB ·

Sebar “Selebaran Hotline Pungli”, BEMPAS Raya Angkat Bicara : Suara Mahasiswa Diduga Diintimidasi Kampus.


 Sebar “Selebaran Hotline Pungli”, BEMPAS Raya Angkat Bicara : Suara Mahasiswa Diduga Diintimidasi Kampus. Perbesar

Pasuruan, JATIM | SidikFakta.com – Aliansi BEM Pasuruan Raya (BEMPAS) untuk membongkar dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan kampus adanya dugaan mendapat perlawanan. Muncul laporan bahwa telah terjadi intimidasi dari pihak kampus terhadap mahasiswa yang ikut andil menyebarkan selebaran (flayer) “Hotline Pengaduan Pungli” yang aliansi luncurkan. (06/11/25)

Sebar “Selebaran Hotline Pungli”, BEMPAS Raya Angkat Bicara : Suara Mahasiswa Diduga Diintimidasi Kampus.

Menanggapi hal ini, salah satu pengurus BEMPAS Raya, Qais Zauqi, angkat suara. Ia mengecam keras segala bentuk intimidasi dan upaya pembungkaman terhadap mahasiswa.

“Kami menerima laporan adanya dugaan intimidasi yang diterima kawan-kawan mahasiswa di salah satu kampus, hanya karena mereka berpartisipasi menyebarkan informasi hotline pengaduan,” ujar Qais, Rabu (5/11/2025).

Menurut Qais, tindakan tersebut sangat ironis dan mencederai marwah pendidikan. Kampus, yang seharusnya menjadi ruang aman untuk berpikir kritis dan menyuarakan kebenaran, justru bertindak represif.

“Ini adalah bentuk kemunduran demokrasi di lingkungan akademik. Upaya membungkam kritik dengan cara-cara intimidatif tidak bisa dibenarkan. Ini justru semakin memperkuat dugaan kami bahwa ada sesuatu yang ditutup-tutupi,” tegas Qais.

Hotline pengaduan tersebut BEMPAS Raya lunucurkan sebagai tindak lanjut atas mandeknya laporan yang sebelumnya telah tersampaikan dalam audiensi dengan DPRD hingga DPR RI. Selebaran hotline itu mereka sebar untuk menjaring lebih banyak laporan langsung dari mahasiswa yang menjadi korban.

Kemudian, Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, menambahkan bahwa aliansi akan pasang badan dan tidak akan mundur. Ia menyerukan kepada seluruh mahasiswa di Pasuruan Raya untuk tidak takut terhadap tekanan.

“Kami sampaikan kepada seluruh kawan-kawan mahasiswa, *kita BEM Pasuruan Raya bersatu jangan gentar, semakin mereka menekan, semakin kita melawan!” seru Ubaidillah.

Baca Juga Berita Lainnya : Aliansi FRPB Demo ke Balai Kota dan Kejaksaan Negeri, Tuntut Kejelasan Proyek JLU Senilai 1 Triliun. 

Selain itu, Ubaidillah menegaskan bahwa perjuangan melawan pungli adalah perjuangan kolektif untuk membersihkan institusi pendidikan. Menurutnya, intimidasi ini adalah bukti bahwa gerakan mahasiswa sudah mulai diperhitungkan.

“Jika ada satu mahasiswa yang diintimidasi karena menyuarakan kebenaran, maka mereka berhadapan dengan seluruh Aliansi BEM Pasuruan Raya. Kami akan kawal setiap laporan, baik laporan pungli maupun laporan intimidasi ini,” pungkasnya.

// M. Ichwan //

Kabiro Pasuruan Raya

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading

10 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Investigasi Dugaan Pungutan Toilet di SPBU Pertamina Masjid Agung Semarang, Pengguna Mengaku Masih Dimintai Tarif

15 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua

6 Juli 2026 - 13:42 WIB

Keakraban Pengurus PERBATI Jawa Tengah, FBO Jateng, dan PERBATI Kota Semarang Terlihat di Luar Forum Organisasi

26 Mei 2026 - 20:47 WIB

Pemuda Pancasila Jateng Salurkan Hewan Kurban dan Bantuan Sosial untuk Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang

25 Mei 2026 - 21:57 WIB

Sasar 30 Ribu Target Kota, Pemuda Pancasila Semarang Tengah Distribusikan Buku Iqro’ ke Sejumlah TPQ

19 Mei 2026 - 20:42 WIB

Trending di Sidik News