Kebumen | Sidikfakta.com – Budaya merupakan peradaban yang diwariskan oleh para pendahulu bangsa kepada setiap putra bangsa sebagai generasi penerus. Sehingga harus kita lestarikan agar tidak tergerus oleh era digitalisasi yang saat ini sedang berkembang pesat dan dapat menunjukkan jatidiri bangsa. (03/10/25).
Bahasa Jawa dan penulisan Jawa saat ini sudah berada pada posisi kritis karena sudah jarang sekali masyarakat Jawa yang menggunakan bahasa Jawa sesuai dengan pakemnya. Serta tambah lagi adanya pengurangan jam pelajaran yang mengandung muatan lokal di sekolah – sekolah. Khususnya pada daerah yang kebiasaan sehari – harinya menggunakan bahasa Jawa termasuk diwilayah kabupaten Kebumen – Jawa Tengah.
Untuk Melestarikan Budaya Nasional, Permadani DPD Kebumen Siap Gelar Pendidikan Pranatacara Dan Pamedarsabda angkatan XXIII
Dalam derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, PERMADANI hadir melakukan langkah kecil dengan berupaya melestarikan budaya warisan para pendahulu bangsa, agar para generasi penerus bangsa dapat turut serta melestarikan budaya, khususnya bahasa dan seni budaya agar jati diri bangsa tetap kokoh tak tergoyahkan oleh budaya manca negara yang belum tentu sesuai dengan kultur dan budaya masyarakat Jawa.
Permadani DPD Kebumen turut serta dalam pelestarian dengan membuka pawiyatan ( Pembelajaran ) tentang Pranatacara Dan Pamedarsabda angkatan XXIII yang akan terselenggarakan pada pertengahan bulan Oktober 2025.
Drs. Kusmanto Brojonagoro M.pd selaku ketua DPD Permadani Kebumen, saat rapat persiapan mulai kegiatan pawiyatan. Kepada awak media pada Kamis , 2 Oktober 2025 di Sekretariat Permadani Kebumen menjelaskan bahwa,
” Kami DPD Permadani Kebumen akan tetap eksis memberikan pembelajaran kepada masyarakat berupa pembelajaran Pranatacara Dan Pamedarsabda dengan harapan, langkah kecil yang kami lakukan ini dapat melestarikan budaya bangsa dan bisa mencetak seniman – seniman baru, sehingga budaya Jawa yang Adi Luhung tidak punah tergerus derasnya budaya manca negara yang masuk kedalam peradaban masyarakat ” terangnya.
Baca Juga Berita Lainnya : Lomba Catur Menggunakan Bidak Manusia, Dalam Rangka HUT RI KE 80 Di Desa Karangsari Sruweng Kebumen
Pada sesi ahir wawancaranya dengan awak media, Kusmanto juga menambahkan, bahwa
” Setiap tahun kita selalu membuka pembelajaran dengan materi yang sama, sehingga langkah kecil yang kami lakukan saya berharap mendapatkan respon positif dari masyarakat dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah kabupaten Kebumen, sehingga langkah kami sebagai organisasi penggiat budaya dapat berjalan beriringan dengan visi dan misi pemerintah ” pungkasnya.
// Purwo Santoso //
Kaperwil Jateng














