Menu

Mode Gelap
GERTAP Soroti Polemik Perombakan AKD Kabupaten Pasuruan Ketua LSM PERWIRA Segera Melaporkan Kepala Dinas PUCK-TRP Musi Rawas Ke APH Atas Dugaan Korupsi Gerakan MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang Bersinergi Menjadi Garda Terdepan Kota Semarang

Sidik News · 25 Mei 2023 20:58 WIB ·

Tanah Gerak Di Wilayah Sebagian Ponorogo Membuat Warga Takut Dan Mengungsi


 Tanah Gerak Di Wilayah Sebagian Ponorogo Membuat Warga Takut Dan Mengungsi Perbesar

sidikfakta.com| Ponorogo Jawa Timur. Kondisi Tanah Gerak Semakin Membahayakan, Puluhan Warga Desa Bekiring Memilih Untuk Mengungsi.

Puluhan Warga Memilih Mengungsi karena kondisi tanah gerak semakin membahayakan keselamatan Warga,

Salah satu rumah warga yang rusak akibat terdampak tanah gerak di Dukuh Nguncup, Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Kamis (25/5/2023).
Tanah gerak yang terjadi di Dukuh Nguncup, Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, disebut semakin parah.
pada Maret 2023 lalu warga hanya mengungsi jika malam hari atau saat hujan, kini mereka memilih mengungsi selamanya karena kondisi tanah gerak semakin parah.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, bahwa ada 14 rumah yang terdampak tanah gerak. Sehingga ada 14 KK atau 36 jiwa yang harus mengungsi. Dari belasan rumah terdampak tersebut, ada 4 rumah yang rusak parah.

Pantauan di lokasi, puluhan warga mengungsi di tenda yang telah didirikan oleh BPBD Ponorogo dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A).

“Yang mengungsi ada 14 KK, total ada 36 jiwa. Warga trauma sekali, karena tanah gerak di sini (Desa Bekiring) mulai 2017 dan terus berulang,” ujar Kepala Desa (Kades) Bekiring, Agus Santoso,

Dia menjelaskan, karena itu BPBD Ponorogo dan Dinsos P3A Ponorogo datang untuk membuat tenda darurat.

“Apalagi jika kondisi curah hujan tinggi. Warga semakin khawatir serta resah. Makanya meminta untuk mengungsi,” kata Agus kepada media di lokasi.

Dia lalu berkisah, bahwa tanah gerak di desanya itu awal terjadinya pada 2017 lalu, sebelum kejadian longsor di Desa Banaran pada April 2017.

“Awalnya ada suara gemuruh, kemudian Tanah bergerak dan ada retakan. Warga panik dan sempat relokasi secara mandiri. Saat itu masih 11 KK yang melakukan relokasi mandiri,” ungkap Agus.

Lalu Maret 2023, kembali muncul tanah gerak, lantaran saat itu terjadi hujan dengan curah yang cukup tinggi. Tanah bergerak lagi dan retak

“Sekarang kebutuhan warga untuk pengungsian masih tercukupi Dinsos. Sembako dan lain-lain dicukupi juga,” bebernya

Salah satu pengungsi, Suparmi sudah mengungsi selama 2 bulan. Lantaran tempat yang ditinggali telah hancur.

“Saya sama suami mengungsi bersama warga lainnya. Ya seadanya, daripada nanti terjadi yang tidak-tidak. Anak saya sudah tinggal di luar kota,” pungkasnya.

Kornelius G S

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Walikota Pasuruan Lantik 9 Pejabat Administrator, Kepala Sekolah dan Fungsional. 

28 Januari 2026 - 21:53 WIB

Terima PSU Perumahan Tiara Candi 5, Walikota Pasuruan : Sebut Pengembang Wajib Serahkan PSU kepada Pemerintah.

28 Januari 2026 - 21:41 WIB

Wakil Gubernur Jawa Timur Tinjau Langsung Pengerukan Sedimen di Sungai Petung.

28 Januari 2026 - 13:23 WIB

Adanya Dugaan Terkait Investigasi Kasus, Jurnalis di Jawa Tengah Alami Teror Orang Tak Dikenal

23 Januari 2026 - 21:23 WIB

Proyek Sekolah Rakyat di Wironini Disoroti, Wagub LIRA Jatim: Desak PT. Nindya Transparan Soal KSO dan Dampak Lingkungan.

22 Januari 2026 - 21:14 WIB

Sujood Tour Travel & Umrah Resmi Buka Cabang di Kota Pasuruan, Tawarkan Ibadah dengan Nyaman. 

20 Januari 2026 - 23:04 WIB

Trending di Sidik News