Menu

Mode Gelap
Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua GERTAP Soroti Polemik Perombakan AKD Kabupaten Pasuruan Ketua LSM PERWIRA Segera Melaporkan Kepala Dinas PUCK-TRP Musi Rawas Ke APH Atas Dugaan Korupsi Gerakan MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang Bersinergi Menjadi Garda Terdepan Kota Semarang

Sidik News · 27 Sep 2025 13:34 WIB ·

Ribuan Anak Jadi Korban Nasional, Aliansi BEMPAS Raya Tuntut Komitmen Kepala Daerah Pasuruan.


 Ribuan Anak Jadi Korban Nasional, Aliansi BEMPAS Raya Tuntut Komitmen Kepala Daerah Pasuruan. Perbesar

Pasuruan JATIM | SidikFakta.com – Rilis data nasional yang menunjukkan ribuan anak telah menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), memicu reaksi keras dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Pasuruan Raya (BEMPAS Raya). Mereka menuntut adanya komitmen dan tanggung jawab penuh dari Bupati dan Walikota Pasuruan. Guna memastikan tragedi serupa tidak terjadi di wilayah mereka. (27/09/25).

Ribuan Anak Jadi Korban Nasional, Aliansi BEMPAS Raya Tuntut Komitmen Kepala Daerah Pasuruan.

Kekhawatiran ini memuncak setelah Badan Gizi Nasional (BGN) mempublikasikan data bahwa sejak Januari. 5.914 orang telah terdampak dalam 70 kasus keracunan. Situasi makin parah oleh pengakuan mengejutkan dari pejabat program pada tingkat nasional . Mengenai makanan yang akan mereka olah pada malam hari untuk tersajikan keesokan paginya. Fakta bahwa Pulau Jawa menjadi wilayah dengan korban terbanyak (3.610 anak) membuat ancaman di Pasuruan menjadi sangat nyata.

“Data dan pengakuan ini adalah bukti nyata bahwa ada yang salah secara fundamental dalam pelaksanaan program. Pengawasan standar oleh dinas terkait terbukti tidak cukup,” ujar M Ubaidillah Abdi, Koordinator Aliansi BEMPAS Raya, pada Sabtu (27/9/2025).

Menurut Doni, dalam situasi darurat seperti ini, tanggung jawab tidak bisa lagi terdelegasikan kepada jajaran teknis semata. Melainkan menuntut kehadiran langsung pemimpin tertinggi di daerah.

Hal senada tersampaikan oleh M Qomaruddin, Koordinator Bidang Advokasi dan Gerakan BEMPAS Raya, yang merinci bentuk pengawasan yang mendapat tuntutan dari aliansi.

“Kami meminta Bupati dan Walikota Pasuruan untuk benar-benar mengawasi secara langsung dan intensif. Pastikan setiap proses, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi, berada di bawah pengawasan terketat. Ini bukan lagi sekadar program, ini menyangkut nyawa generasi penerus Pasuruan,” tegas Idin.

Baca Juga Berita Lainnya : Polres Pasuruan Ungkap 3 Kasus Pencurian, 5 Pelaku Berhasil Ditangkap

Oleh karena itu, Aliansi mahasiswa ini menekankan bahwa jaminan personal dari seorang pemimpin akan memberikan ketenangan bagi para orang tua yang kini merasa cemas. Sekaligus menjadi sinyal keseriusan bagi seluruh aparat di bawahnya.

“Jangan sampai Pasuruan masuk dalam statistik korban berikutnya. Kami akan terus mengawasi sejauh mana komitmen dan langkah nyata yang diambil oleh kepala daerah. Keselamatan anak-anak Pasuruan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” pungkas Ubaidillah, kordinator Aliansi BEMPAS.

// M. Ichwan //

Kabiro Pasuruan Raya

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading

10 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Investigasi Dugaan Pungutan Toilet di SPBU Pertamina Masjid Agung Semarang, Pengguna Mengaku Masih Dimintai Tarif

15 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua

6 Juli 2026 - 13:42 WIB

Keakraban Pengurus PERBATI Jawa Tengah, FBO Jateng, dan PERBATI Kota Semarang Terlihat di Luar Forum Organisasi

26 Mei 2026 - 20:47 WIB

Pemuda Pancasila Jateng Salurkan Hewan Kurban dan Bantuan Sosial untuk Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang

25 Mei 2026 - 21:57 WIB

Sasar 30 Ribu Target Kota, Pemuda Pancasila Semarang Tengah Distribusikan Buku Iqro’ ke Sejumlah TPQ

19 Mei 2026 - 20:42 WIB

Trending di Sidik News