Menu

Mode Gelap
Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua GERTAP Soroti Polemik Perombakan AKD Kabupaten Pasuruan Ketua LSM PERWIRA Segera Melaporkan Kepala Dinas PUCK-TRP Musi Rawas Ke APH Atas Dugaan Korupsi Gerakan MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang Bersinergi Menjadi Garda Terdepan Kota Semarang

Sidik News · 29 Nov 2025 14:29 WIB ·

Refleksi Hari Guru Nasional 2025, BEM Pasuruan Raya Soroti Praktik Komersialisasi dan Dugaan Pungli di Perguruan Tinggi


 Refleksi Hari Guru Nasional 2025, BEM Pasuruan Raya Soroti Praktik Komersialisasi dan Dugaan Pungli di Perguruan Tinggi Perbesar

Pasuruan, JATIM | Sidikfakta.com – Momentum peringatan Hari Guru Nasional 2025 menjadi catatan tebal bagi dunia pendidikan tinggi di Pasuruan. Aliansi BEM Pasuruan Raya (BEMPAS Raya) menyoroti masih adanya “Pencemaran” dalam marwah pendidikan berupa dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan minimnya transparansi anggaran di lingkungan perguruan tinggi swasta. (29/11/25).

Refleksi Hari Guru Nasional 2025, BEM Pasuruan Raya Soroti Praktik Komersialisasi dan Dugaan Pungli di Perguruan Tinggi

Koordinator BEMPAS Raya, M. Ubaidillah Abdi, menyebutkan bahwa peringatan Hari Guru tahun ini dirasakan dengan suasana ganda. Antara rasa bangga terhadap dedikasi para dosen dan kesedihan melihat realita sistem yang berjalan.

“Bagi kami, ini adalah momen antara bangga dan menangis. Kami bangga dan hormat setinggi-tingginya kepada para dosen yang tulus menjaga integritas akademik. Namun di sisi lain, kami menangis melihat institusi pendidikan yang seharusnya suci, justru tercemar oleh praktik komersialisasi,” ujar Abdi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/11/2025).

Ubai menegaskan, pihaknya menerima sejumlah keluhan dari mahasiswa terkait dugaan praktik pungli yang berkedok biaya administrasi. Praktik ini di nilai mencederai semangat pendidikan yang seharusnya membebaskan, bukan membebani.

“Masih kita temukan pola-pola transaksional. Mulai dari transparansi pembayaran yang minim, hingga munculnya biaya-biaya tak terduga di luar ketentuan resmi akademik. Ini terjadi di ruang lingkup kampus yang seharusnya menjadi benteng moral,” ungkapnya.

Sementara, Koordinator Advokasi Aliansi BEMPAS Raya M Qommaruddin menilai bahwa label ‘kampus’ atau institusi pendidikan seringkali di manfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompok, yang justru merugikan mahasiswa.

“Pendidikan tinggi tidak boleh berubah menjadi ladang bisnis yang mencekik. Ketika transparansi anggaran ditutup-tutupi, di situlah celah penyelewengan terjadi. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai yang diajarkan oleh para guru dan dosen kita,” imbuhnya.

Baca Juga Beria Lainnya : Ribuan Insan Kesehatan Meriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61, Pemkot Pasuruan Luncurkan Layanan IPWL Perkuat Layanan Rehabilitasi.

Melalui momentum ini, BEMPAS Raya mendesak pihak terkait, mulai dari Yayasan, Rektorat. Hingga lembaga pengawas seperti Kopertais dan LLDIKTI, untuk turun tangan melakukan audit dan evaluasi.

“Kami mendesak adanya perbaikan sistem. Jangan biarkan mahasiswa menjadi korban sapi perah atas nama pendidikan. Kami akan terus mengawal isu ini hingga transparansi benar-benar terwujud di kampus-kampus Pasuruan,” pungkasnya.

// M. Ichwan //

Kabiro Pasuruan Raya

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading

10 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Investigasi Dugaan Pungutan Toilet di SPBU Pertamina Masjid Agung Semarang, Pengguna Mengaku Masih Dimintai Tarif

15 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua

6 Juli 2026 - 13:42 WIB

Keakraban Pengurus PERBATI Jawa Tengah, FBO Jateng, dan PERBATI Kota Semarang Terlihat di Luar Forum Organisasi

26 Mei 2026 - 20:47 WIB

Pemuda Pancasila Jateng Salurkan Hewan Kurban dan Bantuan Sosial untuk Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang

25 Mei 2026 - 21:57 WIB

Sasar 30 Ribu Target Kota, Pemuda Pancasila Semarang Tengah Distribusikan Buku Iqro’ ke Sejumlah TPQ

19 Mei 2026 - 20:42 WIB

Trending di Sidik News