Menu

Mode Gelap
Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua GERTAP Soroti Polemik Perombakan AKD Kabupaten Pasuruan Ketua LSM PERWIRA Segera Melaporkan Kepala Dinas PUCK-TRP Musi Rawas Ke APH Atas Dugaan Korupsi Gerakan MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang Bersinergi Menjadi Garda Terdepan Kota Semarang

Sidik News · 12 Des 2023 14:43 WIB ·

Mediasi Konflik Di Pujut, Kedua Desa Sepakat Berdamai


 Mediasi Konflik Di Pujut, Kedua Desa Sepakat Berdamai Perbesar

Lombok Tengah (NTB) – Desa Segala Anyar dan Desa Ketara Kecamatan Pujut yang sempat terlibat Mediasi Konflik akhirnya sepakat berdamai. Penandatanganan kesepakatan damai di lalukan di Kantor Bupati Kabupaten Lombok Tengah, Senin (11/12/2023).  Kesepakatan damai kedua desa ditandai dengan penandatanganan pernyataan surat damai oleh kepala desa ketare dan kepala desa segala anyar.

Penandatanganan kesepakatan damai itu disaksikan langsung Bupati Lombok Tengah H. L Pathul Bahri SIP, Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat SIK, Dandim 1620/ Loteng, Sekda Kabupaten Loteng, Danki 2 Yon A Brimobda NTB, Camat Pujut, Danramil Pujut, Kapolsek Pujut, Kepala Desa bersama Sekdes, BPD dan BKD Segala Anyar dan Ketare serta Toda, Toga dan Toma Kedua Desa yang berkonflik.

Mediasi Konflik Di Pujut, Kedua Desa Sepakat Berdamai

“Hari ini kedua Desa yang berkonflik atara Desa Segala Anyar dan Desa Ketara sudah sepakat berdamai yang sudah dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh Kepala Desa Segala Anyar dan Desa Ketara,” kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK di Bupati Lombok Tengah usai acara tersebut.

Ia menyampaikan, polisi memastikan warga dua desa itu tidak ada lagi gerakan atau aktivitas seperti yang terjadi pada Jumat (8/12/2023).

“Intinya sudah berdamai. Tapi kami akan bertahan. Ada 350 personel di lokasi untuk pengamanan. Saya harapkan kesepakatan ini sampai ke level masyarakat di dua desa,” ungkapnya. Iwan menegaskan untuk hal yang terindikasi dengan tindak pidana baik dari pihak Desa ketara maupun Desa Segala Anyar polisi akan melakukan penyelidikan.

“Benang kusutnya akan kami urai, yang penting konfliknya dulu kami redam, setelah itu baru mengarah kesana. Karena kemarin anak sekolah ketakutan, itu yang kami normalkan kembali. Tidak ada lagi perkumpulan masyarakat. Dan jalan sudah kami buka,” jelas Iwan.

Dia berharap kepada kedua pemuka tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa di dua desa tersebut untuk mengedepankan perdamaian. Masyarakat juga meminta TNI-Polri tetap berjaga sampai situasi kondusif.

“Kami tegaskan, TNI-Polri akan selalu bersama masyarakat dan tetap akan menepatkan personel di TKP sampai situasi benar-benar kondusif agar kehidupan masyarakat kedua desa dapat berjalan dengan normal kembali seperti sediakala,” tutup Iwan.

Syamsul Hadi

Kaperwil NTB

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading

10 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Investigasi Dugaan Pungutan Toilet di SPBU Pertamina Masjid Agung Semarang, Pengguna Mengaku Masih Dimintai Tarif

15 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua

6 Juli 2026 - 13:42 WIB

Keakraban Pengurus PERBATI Jawa Tengah, FBO Jateng, dan PERBATI Kota Semarang Terlihat di Luar Forum Organisasi

26 Mei 2026 - 20:47 WIB

Pemuda Pancasila Jateng Salurkan Hewan Kurban dan Bantuan Sosial untuk Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang

25 Mei 2026 - 21:57 WIB

Sasar 30 Ribu Target Kota, Pemuda Pancasila Semarang Tengah Distribusikan Buku Iqro’ ke Sejumlah TPQ

19 Mei 2026 - 20:42 WIB

Trending di Sidik News