sidikfakta.com | Wonosobo – Sebanyak 1000 lebih peserta mengikuti pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka untuk guru kelas II dan kelas V yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (DISDIKPORA) Kabupaten Wonosobo.
Kepala DISDIKPORA, Drs. Tono Prihatono, menghadiri acara tersebut di hari pertama tepatnya di SD Negeri 1 Garung dan memberikan motifasi kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan agar menjadi pengajar yang lebih profesional juga menyampaikan terimakasih atas partisipasi dari peserta yang telah mengikuti program dari Kemendikbud.
Kegiatan tersebut terbagi di 5 wilayah dengan masing masing wilayah meliputi 3 kecamatan dan dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 10 sampai 13 Juli 2023. Hari pertama dan kedua kegiatan pelatihan meliputi penyampaian materi, hari ketiga peserta melaksanakan tugas dan membuat perangkat pembelajaran dan pada hari keempat meliputi praktek pembelajaran disertai dengan refleksi.
Materi yang lain pada Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka meliputi assesmen dan pembelajaran kemudian capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran diahiri dengan modul ajar, juga ada penguatan profil pengajar pancasila dan pembelajaran berdiferensiasi yaitu pembelajaran yang memberi keleluasaan pada siswa untuk meningkatkan potensi.
Kegiatan tersebut diisi oleh narasumber yang terdiri dari pengawas sekolah di setiap korwil dan kepala sekolah yang tentunya memiliki kapasitas untuk menyampaikan materi dengan jumlah 34 jam pembelajaran sejak hari pertama sampai penutupan.
Kegiatan selama 4 hari tersebut dibiayai oleh swadaya masing-masing peserta yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan telah ada kesepakatan dari pihak sekolah.
Panitia penyelenggara Kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Nardi, S.Pd. yang menjabat sebagai Kepala SD Negeri 1 Garung. Saat dijumpai di kantornya beliau menyampaikan, kegiatan selama 4 hari tersebut dibiayai oleh swadaya masing-masing peserta yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kalo pembiayaan kita sepakati dari dana bos menggunakan SPPD, masing masing peserta 300 ribu, untuk transportasi peserta 100 ribu yang dikelola panitia 200 ribu untuk kebutuhan teknis pelatihan dan lainnya.” Terangnya.
Melalui kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka tersebut diharapkan dapat membantu guru dan tenaga pendidik untuk lebih memahami kurikulum baru dan bagaimana implementasinya dalam proses belajar mengajar sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa.
Abdul Kholiq












