sidikfakta.com | Mataram (NTB) – Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB meresmikan aplikasi e-Samsat Delivery yang merupakan pembayaran pajak kendaraan bermotor berbasis aplikasi. Peluncuran inovasi pembayaran pajak kendaraan bermotor dilaksanakan di Epicentrum Mal, Mataram, Sabtu (11/02/2023).

Asisten III, H Wirawan Ahmad, Ssi, MT yang menghadiri peluncuran tersebut mewakili Gubernur NTB mengungkapkan Inovasi e-Samsat dan Samsat Delivery diharapkan akan menaikkan Pendapatan sehingga nantinya menaikkan pertumbuhan ekonomi.
“Wujud inovasi adalah perbaikan proses untuk peningkatan kualitas. Pendapatan meningkat karena objek pajak makin optimal sehingga belanja pemerintah optimal, pertumbuhan ekonomi meningkat,” ujar Wirawan.
Eva Dewiyani selaku Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB dalam kesempatannya mengumumkan peresmian aplikasi e-Samsat Delivery yang merupakan pembayaran pajak kendaraan bermotor berbasis aplikasi.
“Aplikasi pertama oleh Bappenda NTB se-Indonesia,” ucap Kepala Bappenda NTB.
Dikatakan Eva, inovasi yang dilakukan oleh Bappenda NTB ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan.
Dengan skema pembayaran yang dilakukan secara nontunai menggunakan aplikasi Qris Bank Indonesia.
“Hal ini karena masyarakat dijamin membayar pajak kendaraan sesuai dengan tagihan yang diberikan.” Ungkap Eva.
Selain itu, di aplikasi e-Samsat dituturkan oleh Eva, masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan tidak perlu repot datang ke lokasi Samsat karena petugas akan datang secara langsung ke lokasi pembayar pajak untuk mengantarkan STNK yang telah dibayarkan pajaknya.
Sebanyak 20 orang petugas telah disiapkan Bappenda yang tersebar di sepuluh kota/kabupaten se-NTB.
“Bisa membayar kapan pun dan di mana pun tanpa harus datang ke Samsat. Menghemat waktu, tenaga dan biaya,”tandas Eva.
Namun aplikasi e-Samsat masih mengurus pajak tahunan STNK saja. Sedangkan untuk pajak 5 tahunan BPKB, harus mengurus secara manual di Samsat masing-masing kabupaten/kota Provinsi NTB.
(H. Syamsul Hadi)












