Menu

Mode Gelap
Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua GERTAP Soroti Polemik Perombakan AKD Kabupaten Pasuruan Ketua LSM PERWIRA Segera Melaporkan Kepala Dinas PUCK-TRP Musi Rawas Ke APH Atas Dugaan Korupsi Gerakan MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang Bersinergi Menjadi Garda Terdepan Kota Semarang

Sidik News · 18 Des 2023 11:19 WIB ·

Aktifis Senior NTB Cium Aroma Operasi Senyap APH di Dikes Lombok Tengah


 Aktifis Senior NTB Cium Aroma Operasi Senyap APH di Dikes Lombok Tengah Perbesar

Lombok Tengah – Aktifis Senior NTB, Hasan Masat mencurigai adanya operasi senyap yang terjadi oleh Aparat Penegak Hukum (APH) di Dinas Kesehatan (Dikes) kabupaten Lombok Tengah. Menurut Hasan Masat, kesan ini muncul karena banyaknya masalah-masalah dilingkup Dinas Kesehatan Lombok Tengah. Yang tidak pernah berujung pada kepastian hukum atau sampai ke peradilan untuk menguji kebenaran dan keadilan.

“Dari berbagai kasus yang di tangani oleh kepolisian dan kejaksaan ‘menguap’, tidak jalan dan tekesan angin lalu saja, katakanlah, kasus puskesmas awang, yang konon telah di SP3 kan, kejaksaan seharusnya menunjukkan surat SP3 tersebut kepada publik, demikian juga entah bagaimana perjalanan kasus puskesmas dua batu, batu jangkih dan batunyale, puskesmas ubung, dana dana penanganan stunting yang demikian besar juga tidak menunjukkan hasil penanganan serta jauh dari transparansi.,”ungkap Hasan melalui pesan WA Minggu (17/12/2023).

Aktifis Senior NTB Cium Aroma Operasi Senyap APH di Lombok Tengah

“Kita tengah mengumpulkam berbagai informasi dan mempertajam soal-soal yang nampaknya menjadi kendala atau penyebab beberapa kasus yang pernah mendapat perhatian publik, tapi tak berujung pada peradilan.,”Tambahnya.

Lebih lanjut, kata Hasan berbagai alasan nampaknya tidak masuk akal, seperti karena pergantian Kapolres maupun Kajari. Beliau berharap seharusnya siapapun Kapolres maupun Kajari harusnya di lanjutkan kasus kasus tersebut.

“Dalam waktu dekat, kami juga akan bersurat meminta pendapat maupun penjelasan kepada Kapolres dan Kejari. Bahkan ke kepolisian di atasnya seperti Kapolda dan Kapolri serta tentu juga pada Kajati dan Kejaksaan Agung. Kalau memang di lombok tengah tidak bisa bekerja APH-APH nya.”tegas Hasan.

Yang lebih parah menurut Hasan, dari berbagai informasi untuk proyek-proyek di Dinas Kesehatan kedepan telah tersandra oleh klik seorang pengusaha. Yang leluasa mengatur segala keputusan Kadis Kesehatan, dan bukan tidak mungkin ada monopoli pada paket-paket kegiatan. Kalau sudah monopoli itu berarti awal korupsi. “Ini memang baru indikasi, tapi bahaya jika di biarkan.”ujarnya.

Syamsul Hadi

Kaperwil NTB

Artikel ini telah dibaca 110 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading

10 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Investigasi Dugaan Pungutan Toilet di SPBU Pertamina Masjid Agung Semarang, Pengguna Mengaku Masih Dimintai Tarif

15 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua

6 Juli 2026 - 13:42 WIB

Keakraban Pengurus PERBATI Jawa Tengah, FBO Jateng, dan PERBATI Kota Semarang Terlihat di Luar Forum Organisasi

26 Mei 2026 - 20:47 WIB

Pemuda Pancasila Jateng Salurkan Hewan Kurban dan Bantuan Sosial untuk Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang

25 Mei 2026 - 21:57 WIB

Sasar 30 Ribu Target Kota, Pemuda Pancasila Semarang Tengah Distribusikan Buku Iqro’ ke Sejumlah TPQ

19 Mei 2026 - 20:42 WIB

Trending di Sidik News