Sidikfakta.com – Dampak banjir Genuksari menyebabkan banyak motor warga yang mogok mati mesin akibat menerjang banjir yang tinggi. Banyak mesin motor yang tidak kuat saat di gunakan untuk menerjang banjir. Saking banyaknya motor yang mati mesin banyak bengkel yang menolak sebagian motor karena jumlah motor yang sedang di kerjakan sudah penuh atau di rasa sudah melebihi kapasitas bengkel.
Aji Mumpung! Dampak Banjir Genuksari, Bengkel Motor Penuh Pasien
Penulis temui salah satu bengkel di Jl. Gebanganom sudah penuh dan jika mau motor bisa di kerjakan tetapi harus menunggu sampai satu harian lebih, di karenakan membludaknya garapan yang sedang di garap oleh bengkel tersebut. “Bisa mbak tapi nggak janji nanti sore jadi soalnya ini saja masih banyak, antre kalau mau” ujar pemilik bengkel.
Penyakit yang di alami sebagian motor juga hampir sama yaitu permasalahan busi motor yang kemasukan air. Masuknya air ke busi biasanya berasal dari kepala (cop) yang sudah bercelah. Jika busi terkena air maka tidak ada proses pengapian di ruang bakar, hal ini yang menyebabkan motor tidak bisa nyala atau mogok, cara untuk mengatasinya adalah dengan membuka busi dan di keringkan dengan kain, jika dengan cara tersebut nihil maka memang sepantasnya kita pasrahkan saja ke bengkel terdekat.
Sebagai pengguna motor yang bijak, kita harus pintar-pintar memilih bengkel dengan kualitas terbaik dan harga yang sehat. Saat musim banjir seperti sekarang banyak oknum yang memanfaatkannya, seperti harga di naikkan. Kita harus bisa memilih bengkel mana yang memiliki harga sehat dan mana yang tidak. Bandingkanlah beberapa harga, pergilah ke beberapa bengkel terdekat dan tanyalah harga dan berapa lama pengerjaannya, dengan hal itu kita dapat mendapatkan harga yang sesuai dengan kantong dan sesuai dengan keinginan.
Red/Chika Septiya
Reporte












