Menu

Mode Gelap
Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua GERTAP Soroti Polemik Perombakan AKD Kabupaten Pasuruan Ketua LSM PERWIRA Segera Melaporkan Kepala Dinas PUCK-TRP Musi Rawas Ke APH Atas Dugaan Korupsi Gerakan MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang Bersinergi Menjadi Garda Terdepan Kota Semarang

Sidik News · 26 Feb 2024 20:34 WIB ·

RSUD Siti Aisyah Dinilai Kejam, Karna Menolak Pasien Yang Hendak Melahirkan


 RSUD Siti Aisyah Dinilai Kejam, Karna Menolak Pasien Yang Hendak Melahirkan Perbesar

Lubuklinggau | Sidikfakta.com – Miris atas apa yang di alami oleh Agus dan Tania, warga Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan. Pasalnya, saat hendak menyambut rasa haru bahagia atas kelahiran anak pertamanya. Kedua pasangan suami istri ini saat tiba di RSUD Siti Aisyah, Kota Lubuklinggau, malah di tolak dan di arahkan ke RS lain.

Saat di wawancarai, Senin, (26/2/2024), Agus, menjelaskan sebelum tiba dan di tolak oleh pihak RS Siti Aisyah, dirinya, istri beserta ibu mertuanya berangkat dari rumah sekira pukul 18.50 WIB pada Minggu malam ke klinik salah satu bidan yang ada di daerah Jl. Depati Said, dengan menggunakan sepeda motor berbonceng tiga.

RSUD Siti Aisyah Di nilai Kejam, Karna Menolak Pasien Yang Hendak Melahirkan

Setibanya di klinik bersalin tersebut, setelah melihat kondisi istri saya bidan memberikan rujukan untuk membawanya ke RS Siti Aisyah dan bidan pun langsung mengorder taxi online. Sebab kondisi istri dan calon anak saya ini sudah sangat darurat bahkan salah satu kakinya sudah keluar.

“Ya sudah darurat, bahkan kaki anak saya pun itu sudah keluar”, terangnya. Di sampaikan, akhirnya, istri dan ibu mertua saya berangkat ke RS Siti Aisyah. Dengan menggunakan taxi online yang di pesan oleh bidan dan saya ikut dengan menggunakan sepeda motor yang saya bawa tadi.

Setibanya saya di RS tersebut, lanjutnya, tidak ada penanganan serius baik dari perawat ataupun dokter mereka hanya memegang perut istri saya selebihnya tidak ada. Disampaikan, kemudian perawat dari RS tersebut mengatakan bahwa saat ini untuk alat Incubator tidak ada. Karena rusak dan mereka pun menyuruh saya dan istri agar cari RS lain.

“Ke RS Dwi Sari saja kan dekat, pakai motor saja tidak apa-apa ini belum parah”. Kata Agus menirukan ucapan perawat di RS tersebut. Sementara itu, Direktur RSUD Siti Aisyah, saat hendak di konfirmasi belum berhasil di temui dengan alasan masih ada rapat dan kegiatan lain. “Ibu belum bisa bertemu karena ada rapat dan kegiatan lain”, ucap salah satu pegawai Humas RS tersebut.

Riyansa f

Kaperwil sumsel

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading

10 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Investigasi Dugaan Pungutan Toilet di SPBU Pertamina Masjid Agung Semarang, Pengguna Mengaku Masih Dimintai Tarif

15 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua

6 Juli 2026 - 13:42 WIB

Keakraban Pengurus PERBATI Jawa Tengah, FBO Jateng, dan PERBATI Kota Semarang Terlihat di Luar Forum Organisasi

26 Mei 2026 - 20:47 WIB

Pemuda Pancasila Jateng Salurkan Hewan Kurban dan Bantuan Sosial untuk Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang

25 Mei 2026 - 21:57 WIB

Sasar 30 Ribu Target Kota, Pemuda Pancasila Semarang Tengah Distribusikan Buku Iqro’ ke Sejumlah TPQ

19 Mei 2026 - 20:42 WIB

Trending di Sidik News