Menu

Mode Gelap
Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua GERTAP Soroti Polemik Perombakan AKD Kabupaten Pasuruan Ketua LSM PERWIRA Segera Melaporkan Kepala Dinas PUCK-TRP Musi Rawas Ke APH Atas Dugaan Korupsi Gerakan MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang Bersinergi Menjadi Garda Terdepan Kota Semarang

Sidik News · 14 Okt 2025 17:57 WIB ·

BEM Pasuruan Raya Kecam Keras Tayangan Trans7 yang Dinilai Sudutkan Pesantren dan Kiai


 BEM Pasuruan Raya Kecam Keras Tayangan Trans7 yang Dinilai Sudutkan Pesantren dan Kiai Perbesar

Pasuruan, JATIM | SidikFakta.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya melayangkan kecaman keras terhadap stasiun televisi nasional Trans7. Pengambilan sikap tegas ini sebagai respons atas sebuah program pemberitaan yang menjadi viral karena telah menyudutkan dan merugikan citra institusi pondok pesantren di mata publik. (14/10/25).

BEM Pasuruan Raya Kecam Keras Tayangan Trans7 yang Dinilai Sudutkan Pesantren dan Kiai

Koordinator Advokasi Aliansi BEM Pasuruan Raya, Muhammad Qommaruddin, menyatakan bahwa tayangan tersebut merupakan cerminan dari praktik jurnalisme yang gegabah dan tidak bertanggung jawab. Menurutnya, pihak media telah abai terhadap etika dan gagal menunjukkan rasa hormat kepada pesantren sebagai pilar penting pendidikan dan moral bangsa.

“Kami mengecam keras kelalaian ini. Pemberitaan yang menyudutkan pesantren adalah sebuah tindakan yang tidak hanya mencoreng nama baik sebuah lembaga, tetapi juga melukai perasaan jutaan santri dan alumni di seluruh Indonesia,” ujarnya

Ia, menegaskan bahwa pesantren, dengan sejarah panjangnya dalam mencerdaskan bangsa.

“Tidak selayaknya dijadikan objek pemberitaan yang sensasional dan berpotensi menimbulkan stigma negatif di masyarakat,” tegas Qommaruddin

Sikap senada juga tersampaikan oleh Sekretaris Advokasi Aliansi BEM Pasuruan Raya, Nadia. Ia menyoroti pentingnya literasi media bagi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan yang bersifat framing.

“Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya bagi kita semua untuk bersikap kritis terhadap informasi yang disajikan media. Jangan langsung percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Baca Juga Berita Lainnya : Lapas Kelas ll B Pasuruan Gelar Operasi Gabungan, Pasca Pisah Sambut Pejabat Struktural

Nadia juga menyerukan kepada seluruh insan media di Indonesia untuk lebih berhati-hati dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, terutama dalam meliput isu-isu sensitif yang menyangkut institusi keagamaan. Ia juga menjelaskan bahwa pesantren adalah benteng moral bangsa, bukan bahan untuk sensasi pemberitaan.

“Pesantren adalah benteng moral bangsa, bukan bahan untuk sensasi pemberitaan,” tutupnya.

// M. Ichwan //

Kabiro Pasuruan Raya

Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bau Menyengat dari Kontrakan, Wanita Ditemukan Meninggal di Pucang Gading

10 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Investigasi Dugaan Pungutan Toilet di SPBU Pertamina Masjid Agung Semarang, Pengguna Mengaku Masih Dimintai Tarif

15 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pemuda Pancasila Semarang Tengah Adakan Pemilihan Ketua

6 Juli 2026 - 13:42 WIB

Keakraban Pengurus PERBATI Jawa Tengah, FBO Jateng, dan PERBATI Kota Semarang Terlihat di Luar Forum Organisasi

26 Mei 2026 - 20:47 WIB

Pemuda Pancasila Jateng Salurkan Hewan Kurban dan Bantuan Sosial untuk Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang

25 Mei 2026 - 21:57 WIB

Sasar 30 Ribu Target Kota, Pemuda Pancasila Semarang Tengah Distribusikan Buku Iqro’ ke Sejumlah TPQ

19 Mei 2026 - 20:42 WIB

Trending di Sidik News