Pasuruan, JATIM | SidikFakta.com – RSUD Bangil telah resmi menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama (RSPU) untuk program pendidikan dokter spesialis, khususnya untuk bidang bedah saraf dan radiologi. Status baru yang RSUD Bangil sandang sebagai momentum untuk membenahi ekosistem pendidikan kedokteran sekaligus sistem tata kelola rumah sakit di Jawa Timur. (18/09/25).
RSUD Bangil Jadi Rumah Sakit Pendidikan Utama, Layanan MRI Cukup dengan BPJS.
Humas Rumah Sakit Umum Daerah Bangil, M. Hayat mengatakan tujuan rumah sakit Bangil sebagai RSPU ini nantinya akan menjadi pusat pendidikan dokter spesialis, khususnya untuk program studi Bedah Saraf dan Radiologi.
“Bahwa rumah sakit Bangil memfasilitasi untuk badan-badan pengelola keuangan dan pendidikan fakultas-fakultas kedokteran ataupun bidang kesehatan lainnya untuk bisa menempatkan mahasiswanya untuk belajar di rumah sakit Bangil,” ujarnya
Lebih lanjut, Hayat menegaskan yang mengikuti program pendidikan di rumah sakit dari fakultas yang ada negeri maupun swasta.
“misalnya mahasiswa kedokteran, termasuk dokter spesialis. Kemudian perawat bidan Farmasi gizi semua dari fakultas tempat mereka belajar,” terangnya
“Mereka mengirim siswanya, tentunya dengan bekerja sama dulu dengan pihak rumah sakit. Kemudian mereka menempatkan mahasiswa-mahasiswanya untuk menimba ilmunya dalam hal ini prakteknya di rumah Bangil,” imbuhnya
Lebih lanjut, Ia mengatakan Program ini sudah diikuti 15 universitas negeri maupun swasta yang bekerjasama dengan RSUD Bangi,
“Universitas yang bekerjasama, diantaranya Universitas Islam Negeri Surabaya, ada juga dari Poltekkes Malang,” ungkapnya
Sebagai rumah sakit pendidikan, RSUD Bangil memiliki tiga fungsi utama: pelayanan, pendidikan, dan penelitian. Program ini, lanjut Hayat, tidak untuk menggantikan sistem yang sudah ada, tapi sebagai pelengkap. Apalagi, lulusan dari program ini akan menjadi dokter spesialis yang profesional.
Hayat, mennyampaikan Standar penerimaan mahasiswa di RSUD Bangil kini harus mengikuti ketentuan nasional, mulai dari rasio dosen dan mahasiswa. Pendidikan melalaui diklat karena kita punya namanya cutting kepala tim kerja di kelas.
“Jadi untuk lamanya diklat tersebut itu, tergantung program itu sendiri, karena kita punya namanya kepala tim kerja di kelas, semua tergantung dari program yang diambil ada yang cuma2 bulan, ada 3 bulan sampai ada yang 6 bulan pratek di rumah sakit.” jelamsnya
Baca Juga Berita Lainnya : Kepala Desa Wonokerto Inisiatif Buat Grup WhatsApp Antar-Pos Ronda Guna Percepat Informasi, “Ayo Jogo Pasuruan”.
Rumah Sakit Umum Daerah Bangil dari dulu sudah menjadi Rumah Sakit Pendidikan, tetapi istilah namanya satelit. Rumah sakit yang diberdayakan oleh rumah sakit yang memang bekerja yang bekerjasama dengan pendidikan langsung dalam hal ini kita dengan Saiful Anwar dan rumah sakit dr Soetomo, Surabaya.
“Karena saat ini status rumah sakit Bangil sudah stabil, oleh karena itu berganti statusnya menjadi rumah sakit pendidikan.” pungkas M. Hayat
// M. Ichwan //
Kabiro Pasuruan Raya












