Pasuruan, JATIM | SidikFakta.com — Yayasan Lentera Bhakti Foundation menggelar Grand Opening & Talk Show bertajuk “Memetakan Realitas Pendidikan Kota Pasuruan Melalui Data” dan santunan kepada 28 anak yatim di kantor Lentera Bhakti Foundation, jalan KH. Mansyur, Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, Kamis (11/9/2025)
Acara yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB, dihadiri berbagai kalangan, mulai dari pejabat publik, praktisi pendidikan, aktivis sosial, hingga masyarakat umum.
Launching Yayasan Lentera Bhakti Foundation, Angkat Isu Pendidikan Kota Pasuruan Melalui Data
Hadir sebagai pembicara utama H. Ismail Marzuki Hasan, S.E selaku Wakil Ketua I DPRD Kota Pasuruan, dan Sakinah Ayuningtias, M.Pd sebagai Ketua Yayasan Lentera Bhakti Foundation. Acara diisi dengan diskusi yang dipandu oleh moderator muda, Akhmad Kavin Abda, jalannya rangkaian acara secara interaktif
Turut hadir, Ahmad Ghozi S.Pd, Pembina Yayasan Lentera Bakti Foundation, Askal Askia, Ketua Panitia Lomba Mobile Legends, Puluhan anak yatim, peserta turnamen Mobile Legends dan tamu undangan serta puluhan wartawan.
Rangkaian acara Grand Opening tersebut, juga mengadakan pula talkshow dengan tema “Memetakan Realitas Pendidikan Kota Pasuruan Melalui Data” dan santunan anak yatim serta technical meeting untuk turnamen Mobile Legends tahun 2025.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan, Sakinah Ayuningtias, M.Pd menyampaikan bahwa Yayasan Lentera Bakti memiliki komitmen untuk memajukan Kota Pasuruan melalui empat pilar utama: Pendidikan, Sosial, Ekonomi, dan Kesehatan.
“Pendidikan, langkah awal yayasan adalah menyediakan bimbingan belajar gratis untuk mencerdaskan generasi Kota Pasuruan. Hal ini penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak.” ujarnya
Selanjutnya disegi sosial di masyarakat saat ini.
“Yayasan memulainya dengan gerakan, program santunan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial,” ungkapnya
Selain itu yayasan Lentera Bhakti Foundation juga berkomitmen soal ekonomi dan kesehatan.
“Ke depannya, yayasan akan mengadakan pelatihan-pelatihan intensif untuk meningkatkan soft skill masyarakat. Tujuannya adalah membantu mengurangi tingkat pengangguran dengan memberikan bekal yang bermanfaat. Yayasan akan berkolaborasi dengan pihak terkait, untuk memberikan edukasi gizi bagi kelompok rentan dan cek kesehatan gratis, guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat,” imbuh Sakinah.
Sakinah Ayuningtias, menegaskan bahwa hadirnya lembaga ini merupakan upaya kolaboratif untuk mengatasi persoalan sosial.
“Lentera Bhakti hadir bukan sekadar memberi bantuan sesaat, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Bimbel gratis dan santunan anak yatim adalah langkah awal yang akan kami jalankan bersama mitra,” tegasnya
Melalui peresmian ini, Lentera Bhakti Foundation mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas masyarakat, untuk ikut berpartisipasi.
“Perbaikan pendidikan adalah tanggung jawab bersama; data menjadi peta, kolaborasi menjadi kendaraan,” tutup Sakinah
Dalam paparannya, Ismail Marzuki Hasan menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dalam menentukan arah kebijakan pendidikan. Menurutnya, permasalahan pendidikan di Kota Pasuruan tidak hanya terkait kualitas pembelajaran, tetapi juga akses dan kesenjangan antarwilayah.
“Sistem pendidikan yang kuat harus dibangun di atas data yang akurat; tanpa itu kebijakan dan program seringkali tidak tepat sasaran,” ungkapnya.
Ismail Marzuki, juga mengucapkan secara umum pemerintah Indonesia ataupun terkhususnya pemerintah kota Pasuruan Terima kasih terbentuknya Yayasan Lentera Bhakti Foundation.
“Di kesempatan yang baik ini saya secara pribadi mengucapkan terima kasih ke Mbak Sakinah, yang hari ini sangat peduli sekali terhadap masyarakat kota Pasuruan,” ucapnya
Ia, menambahkan,
“Pemerintah tidak akan mampu berjalan sendirian, untuk bisa mencapai cita-cita mensejahterakan masyarakat, lewat ekonominya meningkatkan kualitas pendidikannya, tanpa peran serta dari kita. Orang-orang yang peduli terhadap dunia pendidikan dan kesehatan,” imbuhnya
Dengan adanya Lentera Bhakti Foundation segala fasilitas yang Yayasan berikan ini bisa dimanfaatkan secara positif bagi seluruh masyarakat kota Pasuruan.
“Tentunya bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan-tambahan pendidikan sehingga ke depan tambah maju, cerdas dan sejahtera,” tandasnya
Moderator acara, Akhmad Kavin Abda, menyebut bahwa diskusi ini harapannya bisa menjadi pintu masuk bagi kolaborasi lintas sektor.
“Masalah pendidikan tidak bisa diselesaikan satu pihak saja. Harus ada sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, yayasan, dan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga Berita Lainnya : Satresnarkoba Polres Pasuruan Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA Walisongo Gempol
Momentum Grand Opening ini sekaligus menjadi ajang peluncuran dua program unggulan yayasan: Bimbingan Belajar Gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan metode pendampingan kelompok kecil hingga one-on-one. Program ini menargetkan siswa SD hingga SMA, serta evaluasi rutin berbasis capaian belajar.
Lentera Bhakti Foundation juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi berupa pelatihan usaha mikro dan inkubasi kewirausahaan. Serta program kesehatan berupa pemeriksaan dasar dan edukasi gizi bagi kelompok rentan. Seluruh program tahap awal akan terlaksana dalam bentuk pilot project di beberapa titik Kota Pasuruan sebelum perluasan cakupannya.
Acara yang berlangsung hangat ini mendapat respons positif dari para peserta. Beberapa guru dan orang tua yang hadir menyampaikan harapan agar program bimbingan belajar benar-benar dapat menjangkau anak-anak di daerah yang selama ini sulit mengakses fasilitas pendidikan tambahan.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut atau bergabung dalam kegiatan. Informasi dapat diperoleh melalui surel yayasanlenterabhakti@gmail.com
atau akun Instagram @lenterabhakti_.
// M. Ichwan //
Kabiro Pasuruan Raya













