sidikfakta.com | Semarang, Pasca Idul Fitri 1444 H Markas Daerah Laskar Merah Putih Indonesia (MADA LMPI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Konsolidasi Pengurus serta Pertemuan rutin antara Markas Cabang LMPI se-Jawa Tengah yang berlangsung di Alamanda Food Junction, jalan Mangunharjo Raya Tembalang Kota Semarang, Minggu (28/5/2023)
Acara kegiatan ini diikuti sejumlah 65 pengurus yang terdiri pengurus Mada dan 11 Perwakilan Marcab LMPI dari masing masing kabupaten kota se-Jateng yang meliputi Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Jepara, Batang, Pekalongan, pemalang,Rembang, banyumas dan Kabupaten Pati sekaligus mengadakan halal bi halal.

Ketua Mada LMPI Prov Jateng, Benny Widyantoro,SH dalam sambutannya merasa sangat senang sebelum masuk LMP, Kami sudah masuk SK Pertama sekitar 20 tahun yang lalu dan baru kali ini kita adakan Halal bi halal yang terakhir februari 2022 lalu.
Saya sangat senang terselenggaranya acara ini yang di hadiri Marcab dari
beberapa kabupaten kota di jateng hari ini,” ucapnya.
Kami berharap Mada LMPI Jateng selalu jaga kekompakan, solid dan selalu eksis. “Untuk Marcab Kabupaten Kota temen temen yang tidak aktif kita rangkul untuk aktif, agar solid kepengurusan LMPI dan selalu merapatkan barisan,” ujar Benny.
Sementara itu Penasehat MADA LMPI Jateng, Bambang Sutedjo mengapresiasi perwakilan pengurus Marcab LPMI Kabupaten Kota se-Jateng yang hadir pada acara ini. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih,” ucapnya.
LMPI adalah ormas yang didepan sebelum TNI – Polri dan birokrasi lainnya. ” Kita yang digarda paling depan,” terangnya.

Kami ucapkan terima kasih kepada pengurus marcab kabupaten/kota se-Jateng yang berkenan hadir pada acara ini.
” Ini semata mata tidak hanya membesarkan LMPI namun silaturahmi pribadi. Tanpa rekan rekan marcab disini kita tidak bisa apa apa,” ujar Bambang
Menurutnya hubungan pengurus mada LMPI sampai Marcab tetap harmonis, karena LMPI tidak bisa dilihat dengan mata. Ruhnya selalu ada di badan atau hati kita.
“Jujur saja kalau saya melihat LMPI di Lampung, Kalimantan Timur dan Papua bahkan ormas lain selalu sehat wal afiat, karena mereka ada penyandang dana untuk selalu eksis ormasnya didaerah,” terang Caleg dari Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kota Semarang nomor urut 1.
Kami bersama Mas Benny berfikir agar supaya LMPI tetap eksis jalannya roda kepengurusan marcab-marcab yang ada khususnya di jateng.
“Ini semua karena menyangkut akomodasi dan sumber dana demi eksisnya masing-masing marcab LMPI,” pungkas Bambang.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Mada LMPI Jateng, Lilik Kelana Jaya mengatakan sejak kepengurusan alm. mbah Budi legalitas Mada LMPI sama sekali tidak ada. Maka sejak beliau menjadi ketua saya minta untuk segera mengurus legalitasnya,” ucapnya.
Kami sampaikan karena skala LMPI ini adalah Internasional dan dunia mengakui kita. Kala itu alm Budi sebagai sekjennya,” ujar Lilik.
Kami pada saat itu tahu persis dengan perjuangan yang luar biasa alm. Budi akhirnya dapat legalitas dari Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah. Kami berharap usai halal bi halal nanti kita lakukan audiensi, karena ini tahun politik segera untuk ditindak lanjuti agar teman-teman di markas cabang ini tambah semangat,” pungkasnya.
Pada kesempatan sama Ketua Marcab LMPI Kabupaten Pekalongan, Saim mengatakan Mada LMPI di Jateng membentuk atau memberikan delegasi khusus dimana bila ada permasalahan permasalahan pejabat bisa menjadi server siapa yang bisa diajak komunikasi secara intens,” ucapnya.
Jika ada keluhan di daerah lainpun bukan hanya di jateng, di daerah jabar pernah terjadi permasalahan kala itu kami ajak komunikasi dengan baik sehingga permasalahan bisa terselesaikan dengan baik tidak melibatkan anggota pengurus,” ujar Saim caleg dari PDI Perjuangan Kab Pekalongan.
Saim berharap permasalahan permassalah yang muncul bisa disikapi dan diselesaikan tanpa harus berbenturan.
Salim menambahkan LMPI itu marwahnya menjaga NKRI. Saya sampaikan pada Ketua umum dengan adanya LMP dan LMPI sering berseteru di Jawa Barat saat itu sempat mau diadakan pelucutan seragam LMP karena apa legalitas yang kita miliki (LMPI) itu jelas,” ujarnya.
Pada kesempatan terpisah Sektetaris Mada LMPI Provinsi Jawa Tengah, Ferry Indrawan mengatakan Kegiaran ini kita jadikan momentum sekaligus untuk merapatkan barisan apalagi menyambut tahun politik 2024,” ucapnya.
“Apabila ada kader LMPI yang menjadi caleg perlu kita dukung tetapi secara pribadi, karena sesuai AD/ ART ormas LMPI harus tetap netral secara kelembagaan, tidak boleh ikut langsung terlibat dalam politik praktis,” ujar Ferry
Dukungan moril sebagai pribadi terhadap kader kader LMPI yang akan menjadi caleg adalah kewajiban kita semua sebagai pengurus maupun anggota LMPI,” pungkasnya.
(Red)












