Menu

Mode Gelap
GERTAP Soroti Polemik Perombakan AKD Kabupaten Pasuruan Ketua LSM PERWIRA Segera Melaporkan Kepala Dinas PUCK-TRP Musi Rawas Ke APH Atas Dugaan Korupsi Gerakan MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang Bersinergi Menjadi Garda Terdepan Kota Semarang

Sidik News · 5 Feb 2023 08:58 WIB ·

Batik tulis Kebumen terkesan mati suri akibat kurangnya perhatian dari pemerintah daerah.


 Batik tulis Kebumen terkesan mati suri akibat kurangnya perhatian dari pemerintah daerah. Perbesar

sidikfakta.com | Kebumen – Batik tulis Kebumen yang sudah berusia puluhan tahun dan mempunyai nilai seni yang tinggi terkesan mati suri akibat kurangnya perhatian dari pemerintah daerah. hal ini juga dikarenakan tidak adanya kebijakan dari pemerintah daerah yang mendukung terhadap keberlangsungan dan lestarinya produk daerah guna mendukung berkembangnya batik tulis di Kebumen. (02/23)

Hal ini terungkap ketika awak media berkunjung ke Desa Jemur kecamatan Pejagoan kabupaten Kebumen, yang mana desa jemur merupakan sentra batik tulis Kebumen, selain desa Gemek Sekti yang selama ini dikenal oleh masyarakat luas.

 

Setelah awak media mengupas lebih jauh tentang batik tulis Kebumen ternyata, asal pengrajin batik yang ada di desa Gemek Sekti sebagian besar berasal dari desa Jemur kecamatan Pejagoan. Hal ini membuat awak media terpancing untuk mengetahui lebih jauh tentang adanya batik tulis Kebumen yang sampai saat ini kurang diminati oleh masyarakat Kebumen sendiri, sehingga mengakibatkan batik tulis Kebumen dalam kondisi mati suri.

Kepala desa Jemur Tunjangsari, ketika menerima kehadiran awak media juga menjelaskan bahwa pembatik yang ada di desanya juga merasa bahwa penghasilan yang didapat dari hasil membatik saat ini sangat jauh berkurang, sehingga tidak bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, sehingga mengakibatkan kurangnya minat masyarakat desa untuk membatik dan lebih memilih pekerjaan lain.

Marwati, pengrajin batik tulis Sekar jagad juga menyampaikan minimnya penghasilan dari hasil membatik. Diceritakan untuk menyelesaikan satu kain batik tulis Sekar jagat dikerjakan dalam waktu 10 hari dengan upah Rp. 300.000. sementara proses pembuatan batik tulis Sekar jagat yang mempunyai nilai seni yang tinggi dibutuhkan ketelitian dan kecermatan yang tinggi yang kemudian diamini oleh nasikun Anhar selaku pengrajin batik cap di dukuh Lengkong desa Jemur kecamatan Pejagoan.

Tunjangsari selaku kepala desa jemur berharap agar pemerintah daerah bisa memberikan perhatian khusus kepada batik Kebumen agar batik Kebumen yang hampir punah ini bisa dilestarikan dan dapat bersaing dipasaran sehingga keberlangsungan usaha batik di Kebumen tetap terjaga, pungkasnya.

Purwo Santoso

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Walikota Pasuruan Lantik 9 Pejabat Administrator, Kepala Sekolah dan Fungsional. 

28 Januari 2026 - 21:53 WIB

Terima PSU Perumahan Tiara Candi 5, Walikota Pasuruan : Sebut Pengembang Wajib Serahkan PSU kepada Pemerintah.

28 Januari 2026 - 21:41 WIB

Wakil Gubernur Jawa Timur Tinjau Langsung Pengerukan Sedimen di Sungai Petung.

28 Januari 2026 - 13:23 WIB

Adanya Dugaan Terkait Investigasi Kasus, Jurnalis di Jawa Tengah Alami Teror Orang Tak Dikenal

23 Januari 2026 - 21:23 WIB

Proyek Sekolah Rakyat di Wironini Disoroti, Wagub LIRA Jatim: Desak PT. Nindya Transparan Soal KSO dan Dampak Lingkungan.

22 Januari 2026 - 21:14 WIB

Sujood Tour Travel & Umrah Resmi Buka Cabang di Kota Pasuruan, Tawarkan Ibadah dengan Nyaman. 

20 Januari 2026 - 23:04 WIB

Trending di Sidik News